PENGERTIAN DNS SERVER
DNS SERVER Pengertian DNS Domain Name System (DNS) adalah Distribute
Database System yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution)
di rangkaian yang menggunakan TCP/IP. DNS merupakan
sebuah aplikasi service
yang biasa digunakan di internet seperti web browser atau e-mail yang
menerjemahkan sebuah domain ke IP address.
Kelebihan DNS
1. Mudah, DNS sangat mudah kerana user tidak
lagi disusahkan untuk mengingat IP address sebuah komputer, cukup host name.
2. Konsisten, IP
address sebuah komputer boleh berubah, tapi host name tidak boleh berubah.
3. Simple, DNS server mudah untuk
dikonfigurasikan (bagi admin).
Fungsi DNS Fungsi
dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan nama
komputer menjadi IP address).
Kekurangan DNS
1. User tidak dapat menggunakan nama banyak
untuk mencari nama domain baik di internet maupun di intranet. Posted by hisham
at 8:20 AM 0 comments HOSTING Hosting adalah jasa layanan internet yang
menyediakan sumber daya server-server untuk disewakan sehingga memungkinkan
organisasi atau individu menempatkan informasi di internet berupa HTTP, FTP,
EMAIL atau DNS Server hosting terdiri dari gabungan server-server atau sebuah
server yang terhubung dengan jaringan internet berkecepatan tinggi. Ada
beberapa jenis layanan hosting yaitu shared hosting, VPS atau Virtual Dedicated
Server, dedicated server, colocation server. Shared Hosting adalah menggunakan
server hosting bersama sama dengan pengguna lain satu server dipergunakan oleh
lebih dari satu nama domain. VPS, Virtual Private Server, atau juga dikenal
sebagai Virtual Dedicated Server merupakan proses virtualisasi dari lingkungan
software sistem operasi yang dipergunakan oleh server. Karena lingkungan ini
merupakan lingkungan virtual, hal tersebut memungkinkan untuk menginstall
sistem operasi yang dapat berjalan diatas sistem operasi lain. Dedicated Server
adalah penggunaan server yang dikhususkan untuk aplikasi yang lebih besar dan
tidak bisa dioperasikan dalam shared hosting atau virtual dedicated server. Dalam
hal ini, penyediaan server ditanggung oleh perusahaan hosting yang biasanya
bekerja sama dengan vendor. Colocation Server adalah layanan penyewaan tempat
untuk meletakkan server yang dipergunakan untuk hosting. Server disediakan oleh
pelanggan yang biasanya bekerja sama dengan vendor.
SERVER
Server adalah sebuah sistem komputer yang
menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Server
didukung dengan prosesor yang bersifat scalable dan RAM yang besar, juga
dilengkapi dengan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi
jaringan atau network operating system. Server juga menjalankan perangkat lunak
administratif yang mengontrol akses terhadap jaringan dan sumber daya yang
terdapat di dalamnya, seperti halnya berkas atau alat pencetak (printer), dan
memberikan akses kepada workstation anggota jaringan. Umumnya, di atas sistem
operasi server terdapat aplikasi-aplikasi yang menggunakan arsitektur
klien/server. Contoh dari aplikasi ini adalah DHCP Server, Mail Server, HTTP
Server, FTP Server, DNS Server dan lain sebagainya. Setiap sistem operasi
server umumnya membundel layanan-layanan tersebut atau layanan tersebut juga
dapat diperoleh dari pihak ketiga. Setiap layanan tersebut akan merespons
terhadap request dari klien. Sebagai contoh, klien DHCP akan memberikan request
kepada server yang menjalankan server DHCP; ketika sebuah klien membutuhkan
alamat IP, klien akan memberikan perintah/request kepada server, dengan bahasa
yang dipahami oleh server DHCP, yakni protokol DHCP itu sendiri. Contoh sistem
operasi server adalah Windows NT 3.51, dan dilanjutkan dengan Windows NT 4.0.
Saat ini sistem yang cukup populer adalah Windows 2000 Server dan Windows
Server 2003, kemudian Sun Solaris, Unix, dan GNU/Linux. Server biasanya
terhubung dengan client dengan kabel UTP dan sebuah Network Card. Kartu
jaringan ini biasanya berupa kartu PCI atau ISA.
Fungsi server
sangat banyak, misalnya untuk situs internet, ilmu pengetahuan, atau sekedar
penyimpanan data. Namun yang paling umum adalah untuk mengkoneksikan komputer
client ke Internet. INTERNET Secara harfiah, internet (kependekan daripada
perkataan ‘inter-network’) ialah rangkaian komputer yang berhubung menerusi
beberapa rangkaian. Manakala Internet (huruf ‘I’ besar) ialah sistem komputer umum,
yang berhubung secara global dan menggunakan TCP/IP sebagai protokol pertukaran
paket (packet switching communication protocol). Rangkaian internet yang
terbesar dinamakan Internet. Cara menghubungkan rangkaian dengan kaedah ini
dinamakan internetworking.
DOMAIN NAME SYSTEM
DNS
(Domain Name
System, bahasa Indonesia: Sistem Penamaan Domain) adalah sebuah sistem yang
menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis
data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan:
Internet.
DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama
host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang
menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.
DNS menyediakan servis yang cukup penting
untuk Internet, bilamana perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan
alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran
(routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan
nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat
e-mail.
DNS menghubungkan kebutuhan ini. VIRTUAL
PRIVATE SERVER Virtual Private Server (VPS), juga dikenal dengan Virtual
Dedicated Server (VDS) atau Virtual Server adalah teknologi server side tentang
operating system dan software yang memungkinkan sebuah mesin dengan kapasitas
besar di bagi ke beberapa virtual mesin. Tiap virtual mesin ini melayani
operating system dan software secara independen dan dengan konfigurasi yang
cepat. Hypertext Transfer Protocol HTTP (HyperText Transfer Protocol) adalah
protokol yang dipergunakan untuk mentransfer dokumen dalam World Wide Web
(WWW). Protokol ini adalah protokol ringan, tidak berstatus dan generik yang
dapat dipergunakan berbagai macam tipe dokumen. Pengembangan HTTP dikoordinasi
oleh Konsorsium World Wide Web (W3C) dan grup bekerja Internet Engineering Task
Force (IETF), bekerja dalam publikasi satu seri RFC, yang paling terkenal RFC
2616, yang menjelaskan HTTP/1.1, versi HTTP yang digunakan umum sekarang ini.
HTTP adalah sebuah protokol meminta/menjawab
antara client dan server. Sebuh client HTTP seperti web browser, biasanya
memulai permintaan dengan membuat hubungan TCP/IP ke port tertentu di tuan
rumah yang jauh (biasanya port 80). Sebuah server HTTP yang mendengarkan di
port tersebut menunggu client mengirim kode permintaan (request), seperti “GET
/ HTTP/1.1″ (yang akan meminta halaman yang sudah ditentukan), diikuti dengan pesan
MIME yang memiliki beberapa informasi kode kepala yang menjelaskan aspek dari
permintaan tersebut, diikut dengan badan dari data tertentu. Beberapa kepala
(header) juga bebas ditulis atau tidak, sementara lainnya (seperti tuan rumah)
diperlukan oleh protokol HTTP/1.1. Begitu menerima kode permintaan (dan pesan,
bila ada), server mengirim kembali kode jawaban, seperti “200 OK”, dan sebuah
pesan yang diminta, atau sebuah pesan error atau pesan lainnya.
FTP (FILE TRANSFER
PROTOCOL) FTP (singkatan nama bagi File Transfer Protocol) adalah sebuah
protokol Internet yang berjalan di dalam lapisan aplikasi yang merupakan
standard untuk memindahkan fail dari satu komputer ke komputer yang lain. FTP
merupakan salah satu protokol Internet yang paling awal dikembangkan, dan masih
digunakan hingga saat ini untuk melakukan memuat turun (download) dan menaik
muat (upload) fail-fail komputer antara klien FTP dan server FTP. Sebuah Klien
FTP merupakan aplikasi yang dapat mengeluarkan perintah-perintah FTP ke sebuah
server FTP, sementara server FTP adalah sebuah Windows Service atau daemon yang
berjalan di atas sebuah komputer yang merespons perintah-perintah dari sebuah
klien FTP. Perintah-perintah FTP dapat digunakan untuk mengubah direktori,
mengubah modus transfer antara binari dan ASCII, memuatturun fail komputer ke
server FTP, serta memuat naik dari server FTP. Posted by hisham at 8:14 AM 0
comments Pengertian DNS Pengertian DNS DNS adalah kependekan dari Domain Name
System (banyak juga sumber yg menyebut Domain Name Services dan Domain Name
Server, tapi yang jelas meng-identifikasikan hal yang sama) yaitu suatu metode
pemberian nama komputer sebagai pengganti IP address secara terdistribusi,
dimana pengelolaan secara lokal terhadap suatu data akan segera diteruskan ke
seluruh jaringan (internet) dengan menggunakan skema client-server. Suatu
program yang dinamakan “nameserver” mengandung semua segmen informasi dari
database dan juga merupakan resolver bagi client-client yang berhubungan
ataupun menggunakannya.
DNS bekerja dengan konsep Klien-Server yaitu
sebuah komputer yang menjalankan fungsi Server di sebut “DNS Server atau nameserver”
dan komputer lain yang meminta penerjemhan dari hostname ke IP address di sebut
“Klien DNS” Struktur hierarki dari database DNS mirip dengan struktur hierarki
direktori di sistem operasi Linux. Seluruh database digambarkan sebagai sebuah
struktur terbalik dari sebuah pohon (tree) dimana pada puncaknya disebut dengan
root node. Pada setiap node dalam tree tersebut mempunyai keterangan (label)
misalnya, .org, .com, .edu, .net, .id dan lain-lainnya, yang relatif rerhadap
puncaknya (parent).Ini bisa diibaratkan dengan relative pathname pada sistem
file LinuxX,seperti direktori bin, usr, var, etc dan lain sebagainya. Pada
puncak root node dalam sebuah sistem DNS dinotasikan dengan “.” atau “/” pada
sistem file Linux. Pada setiap node juga merupakan root dari subtree, atau pada
sistem file Linux merupakan root direktori dari sebuah direktori. Hal ini pada
sistem DNS disebut dengan nama domain. Pada tiap domain juga memungkinkan nama
subtree dan bisa berbeda pula, hal ini disebut subdomain atau subdirektori pada
sistem file Linux. Pada bagian subdomainjuga memungkinkan adanya subtree lagi
yang bisa dikelola oleh organisasi yang berbeda dengan domain utamanya.
Pengelolaan DNS ini biasanya menggunakan Server terpusat yang di sebut Server
DNS atau nameserver yang memiliki wewenang mengelola beberapa nama domain dan
mengacu ke beberapa domain lain-nya juga yang di kelola oelh server DNS lain.
Ketika komputer klien meminta informasi IP address suatu hostname ke DNS
serve/nameserver (biasanya lewat port 53), kemudian DNS server mencoba
menerjemahkan berdasarkan Library Resolver-nya, apakah hosting yang di tanyakan
merupakan nama Domain yang di kelola nameserver ini atau nameserver ini akan
memberi jawaban berdasarkan chace dari data yang pernah di tanyakan sebelumnya
dan berhasil di jawab, Jika nameserver belum memiliki jawaban dalam chace-nya
maka nameserver akan melakukan proses recursive resolution, yaitu akan bertanya
mulai dari root untuk meminta referensi nameserver yang manakah yang merupakan
pengelola domain (authoritative nameserver) tersebut, sampai menhubungi
authoritative nameserver untuk menentukan berapakan IP address dari hostname
yang di tanyakan tersebut. Proses yang sama juga akan di lakukan untuk
kebalikannya yaitu klien menanyakan hostname dari suatu IP address.






0 komentar:
Posting Komentar